Archive for February 2020

+ 0


Pengertian Bahu Jalan | Perencanaan Geometrik Jalan



  • Bahu Jalan
   Bahu jalan adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang berfungsi sebagai :

  1. Ruangan untuk tempat berhenti sementara kendaraan yang mogok atau sekedar berhenti kareana pengemudi ingin berorientasi mengenai jurusan yang akan di tempuh, atau untuk beristirahat.                                                                                                                                                                                                            
  2. Ruangan untuk menghindari diri dari saat - saat darurat, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan.                                                                                                                                                                      
  3. Memberikan kelegaan pada pengemudi, dengan demikian dapat meningkatkan kapasitas jalan yang bersangkutan.                                                                                                    
  4. Memberikan sokongan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping.                                     
  5. Ruangan pembantu pada waktu mengadakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan (untuk tempat penempatan alat - alat, dan penimbunan bahan material).                         
  6. Ruangan untuk lintasan kendaraan - kendaraan patroli, ambulans, yang sangat di butuhkan saat keadaan darurat seperti terjadinya kecelakaan.

  • Jenis Bahu
Berdasarkan tipe perkerasannya, bahu jalan dapat dibedakan atas :
  1. Bahu yang tidak di perkeras, yaitu bahu yang hanya dibuat dari material perkerasan jalan tanpa bahan pengikat.                                                                                                
  2. Bahu yang diperkeras, yaitu bahu yang dibuat dengan mempergunakan bahan pengikat sehingga lapisan tersebut lebih kedap air dibandingkan dengan bahu yang tidak siperkeras.                                                                                                                                                     
Dilihat dari letaknya bahu terhadap arah lalu lintas, maka bahu jalan dapat dibedakan atas :

  1. Bahu kiri/bahu luar (left shoulder/outer shoulder), adalah bahu yang terletak di tepi sebelah kiri dari jalur lalu lintas.
  2. Bahu kanan/bahu dalam (right/inner shoulder), adalah bahu yang terletak di tepi sebelah kanan dari jalur lalu lintas.
.
.
.
.
.
                                  

Pengertian Bahu Jalan | Perencanaan Geometrik Jalan

-
+ 0
Penampang Melintang


Penampang melintang jalan merupakan potongan melintang tegak lurus sumbu jalan. Pada potongan melintang jalan dapat terlihat bagian - bagian jalan. Bagian - bagian jalan yang utama dapat di kelompokan sebagai berikut :

  • Bagian yang langsung berguna untuk lalu lintas
  1. Jalur lalu lintas
  2. lajur lalu lintas
  3. bahu jalan
  4. trotoar
  5. median

  • Bagian yang berguna untuk drainase jalan
  1. saluran sampingan
  2. kemiringan melintang jalur lalu lintas
  3. kemiringan melintang bahu
  4. kemiringan lereng

Penampang Melintang | Perencanaan Geometrik Jalan

-
+ 0



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan segala hidayah, berkah dan rahmat-Nya kepada kelompok kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tema Drainase Penyehatan Lingkungan tepat pada waktunya.
Tugas ini merupakan tugas semester yang merupakan syarat kelulusan mata kuliah drainase. Makalah ini kami buat dengan mengumpulkan data-data baik secara langsung ataupun dengan berselancar di internet, dengan menggunkan kemajuan teknologi tersebut kelompok kami mendapatkan kemudahan dalam menggali tentang sub tema yang kami ambil. Sehingga kelompok kami menghemat waktu pada saat mengerjakan tugas tersebut.
Kelompok kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah membantu dan memberi informasi dan referensi selama proses pengerjaan tugas ini, sehingga terselesaikan makalah kelompok kami. Setelah mengambil sub tema ini kami belajar banyak serta mendapatkan manfaat yang besar untuk proses pembelajaran selanjutnya. Kelompok kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, kami berharap mendapatkan masukan serta saran demi kesempurnaan dimasa yang akan datang.





Lampung,11  Desember 2019

                                                                                                         Penyusun

DAFTAR ISI

ABSTRAK...........................................................................................................
KATA PENGANTAR.........................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................
DAFTAR TABEL...............................................................................................
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1.  Latar belakang...............................................................................................
1.2.  Rumusan Masalah.........................................................................................
1.3.  Tujuan Penelitian.............................................................................................
 1.4. Metode Penelitian............................................................................................
 1.5.Manfaat  Penelitian...........................................................................................

BAB II TINJAU PUSTAKA
2.1 Pengertian Drainase Penyehatan lingkungan......................................
2.2 Sejarah Dan Perkembangan Drainase.................................................
2.3 Berdasarkan Terbentuknya..................................................................
2.4 Berdasarkan Penempatannya...............................................................
2.5 Menurut Fungsinya..............................................................................

BAB III HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
3.1 Penerapan Drainase Penyehatan Lingkungan.....................................
3.2 Perencanaan Drainase Penyehatan Lingkungan..................................
3.3 Gamabar Drainase Penyehatan Lingkungan.......................................
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan................................................................................................ 43
4.2. Saran.......................................................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
 Tugas ini bertujuan untuk menambah wawasan seorang engineering supaya disaat mendapatkan project yang berkaitan dengan lingkungan dapat memperhatikan dampak pada project yang akan dilaksanakan, karena 10 bahkan 20 tahun yang akan datang semua lahan dibumi ini akan dipenuhi oleh bangunan-bangunan sehingga lahan akan menjadi sempit dan otomatis akan menimbulkan masalah, seperti susahnya air bersih, berkurangnya kesehatan karena lahan menyempit bahakan yang parahnya adalah akan bermunculan penyakit-penyakit baru yang disebabkan oleh kuarng sadarnya masyarakat dalam memperhatikan system drainase lingkungan sekitarnya.Pada daerah-daerah dengan kepadatan penduduk yang padat dan cenderung menjadi daerah kumuh, masalah kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana drainase yang memadai.
Dari penjelasan di atas maka penulis akan membahas “Sistem Drainase Penyehatan Lingkungan.

1.2. Rumusan Masalah
1. Jelaskan yang dimaksud drainase penyehatan lingkungan!
2. Bagaimana prosedur sistem drainase agar tidak terjadi genangan di kawasan jalan atau pemukiman warga tersebut?
1.3.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan disusunya makalah ini antara lain:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Drainase.
2. Untuk menjelaskan apa yang dimaksud sistem drainase penyehatan lingkungan.
3. Untuk menjelaskan bagaimana prosedur sistem drainase penyehatan lingkungan  yang baik agar tidak  terjadi genangan di kawasan jalan ataupun pemukiman  tersebut.

1.4.Metode Penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan media buku teks dan internet sebagai bahan materi.


1.5.Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Drainase.
2.      Untuk menjelaskan apa yang dimaksud sistem drainase penyehatan lingkungan.
3.      Apabila sistem drainase yang direncanakan dibangun maka air limpasan yang terjadi dipermukaan jalan ataupun pemukiman  tidak akan tergenang sehingga tidak menimbulkan jentik-jentik nyamuk dan tidak terlihat kumuh  lalu dibuang langsung ke saluran-saluran drainase menuju saluran akhir (outlet).


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Drainase Penyehatan lingkungan
Drainase penyehatan lingkungan adalah pengelolahan drainase yang tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan. Terdapat 2 (dua) pola yang dipakai :
1.      Pola detensi (menampung air sementara), misalnya dengan membuat kolam penampungan.
2.      Pola retensi (meresapkan), antara lain dengan membuat sumur resepan, saluran resapan, bidang resapan atau kolam reapan.
Sistem drainase penyehatan lingkungan didefinisikan sebagai pembuangan air permukaan, baik secara gravitasi maupun dengan pompa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya genangan, menjaga dan menurunkan permukaan air sehingga genangan air dapat dihindarkan. Drainase perkotaan berfungsi mengendalikan kelebihan air permukaan sehingga tidak merugikan masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Kelebihan air tersebut dapat berupa air hujan, air limbah domestik maupun air limbah industri. Oleh karena itu drainase perkotaan harus terpadu dengan sanitasi, sampah, pengendali banjir kota dan lainnya.


2.2 Sejarah Dan Perkembangan Drainase
Manusia sudah mulai memikirkan tentang sistem pembuangan limpasan air hujan sejak jaman Romawi kuno. Bangunan drainase perkotaan pertama kali dibuat di Romawi berupa saluran bawah tanah yang cukup besar, yang digunakan untuk menampung dan membuang limpasan air hujan. Pada awalnya, sistem drainase dibangun hanya untuk menerima limpasan air hujan dan membuangnya ke badan air terdekat. Desain dan pembangunannya belum dilakukan dengan baik. Saluran bawah tanah yang terbuat dari batu dan bata mengalami rembesan yang cukup besar, sehingga kapasitasnya jauh berkurang. Pada beberapa kasus, saluran tidak mempunyai kemiringan yang cukup, sehingga air tidak lancar (stagnant) dan terjadi genangan dalam saluran setelah terjadi hujan.

Sampai saat ini kota-kota di Indonesia masih menggunakan sistem drainase tercampur tanpa dilengkapi dengan fasilitas instalasi pengolah air limbah (IPAL). Hal ini tentu saja mengkhawatirkan untuk masa mendatang mengingat air limbah yang dibuang ke sistem drainase makin meningkat volumenya dengan kualitas yang makin menurun
.
Drainase berasal dari bahasa Inggris drainage yang mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, sistem drainase dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.
Bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interceptor drain), saluran pengumpul (collector drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain), dan badan air penerima (receiving waters). Di sepanjang sistem sering dijumpai bangunan lainnya seperti gorong-gorong, siphon, jembatan air (aquaduct), pelimpah, pintu-pintu air, bangunan terjun, kolam tando, dan stasiun pompa.

2.3 Berdasarkan Terbentuknya
a. Drainase Alamiah (Natural Drainage)
Drainase yang terbentuk secara alami dan terdapat bangunan- bangunan penunjang seperti bangunan pelimpah, pasangan batu bata atau beton, gorong-gorong, dan lain-lain. Saluran ini 8 terbentuk oleh goresan air yang bergerak karena gravitasi yang lambat laun membentuk jalan air yang permanen seperti sungai.
 b. Drainase Buatan (Artificial Drainage).
Drainase yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu sehingga memerlukan bangunan-bangunan khusus seperti selokan, pasangan beton, gorong-gorong, pipa dan lain-lain.

2.4 Berdasarkan Penempatannya
a. Drainase Permukaan
Drainase Permukaan adalah drainase yang dibuat untuk mengendalikan air limpasan permukaan akibat air hujan dari permukaan tanah ke pembuangan air sehingga kondisi permukaan tanah tidak tergenang oleh air hujan dan tetap dalam kondisi kering.
b. Drainase Bawah Permukaan
Drainase Bawah Permukaan yaitu Drainase yang dibuat untuk mengalirkan air yang meresap kedalam permukaan tanah (bawah permukaan).

2.5 Menurut Fungsinya
a. Single Purpose Yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan suatu jenis air buangan, misalnya air hujan atau air buangan lain seperti limbah limabah domestik, limbah industri, dan lain-lain.
b. Multi Purposer Yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air baik secara bercampur maupun bergantian.

BAB III
ANALISA STUDI

3.1 Penerapan Drainase Penyehatan Lingkungan
            Penerapan drainase penyehatan lingkungan antara lainnya adalah untuk memberantas nyamuk yang menjadi sumber penyakit malaria dan demam berdarah dengan cara pemutusan siklus kehidupan nyamuk di air disamping upaya pemberantasan dengan insektisida dan larvasida. Pada daerah-daerah dengan kepadatan penduduk yang padat dan cenderung menjadi daerah kumuh, masalah kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana drainase yang memadai.

SIKLUS KEHIDUPAN NYAMUK

3.2  Perencanaan Drainase Penyehatan Lingkungan
Perencanaan drainase untuk penyehatan lingkungan dengan memperhitungkan siklus hidup nyamuk pada umumnya 7 – 10 hari. Untuk memutus siklus hidupnya, perlu diciptakan suatu lingkungan yang tidak menunjang berkembang biaknya nyamuk dengan :
a.       Menghindari genangan air di permukaan tanah dengan membuat sistem drainase yang memadai
b.      Meninggikan permukaan tanah pada tempat-tempat yang berbentuk cekungan agar tidak terjadi genangan air.
Perancangan sistem drainase untuk penyehatan lingkungan diharapkan dapat memutus siklus hidup nyamuk, untuk itu dikerjakan dengan :
1.      Memperkirakan intensitas hujan untuk merancang sistem drainase, misalnya data curah hujan di Jakarta :


Kemampuan sistem drainase ditentukan berdasarkan dua hal :
a.       Jenis nyamuk yang bertelor pada waktu tidak hujan dan saat hujan, sehingga sistem yang dirancang dapat memotong siklus hidup nyamuk, untuk itu sistem drainase harus mampu mengeringkan lokasi dalam waktu 10 hari.

Dengan cara perhitungan tersebut didapatkan kapasitas sistem drainase,
Ex:
Peringatan Perhari = Volome Hujan / Hujan
                              = 599 (mm) / 10 (hari)
= 59,9 mm/hari
  1. Jenis yang bertelur pada saat tidak hujan.
            Dengan cara perhitungan tersebut ditentukan kapasitas sistem drainase = 35    mm/hari.

Ternyata untuk nyamuk bertelur pada waktu tidak hujan hanya memerlukan sistem drainase dengan kapasitas yang lebih kecil.
3.2  Gamabar Drainase Penyehatan Lingkungan

Pemeliharan Drainase



Pengelolaan Drainase Secara Terpadu Berwawasan Lingkungan (ECODRAIN)



IV. PENUTUP

SIMPULAN DAN SARAN



4.1.Simpulan
Tingkat curah hujan merupakan faktor alami yang tidak mungkin
diatur oleh tangan manusia. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi
atau menghindari genangan air perlu dilakukan pembenahan-pembenahan
pada variabel atau faktor lain, diantaranya yaitu pada
faktor sistem drainase. Drainase merupakan salah satu faktor terpenting dalam penyehatan lingkungan. Curah hujan dan tingkat kerusakan jalan memiliki hubungan yang
berkebalikan. Hal ini berarti semakin tinggi curah hujan yang terjadi maka
umur jalan akan semakin pendek, dan sebaliknya semakin rendah curah hujan
maka umur jalan pun akan semakin panjang.        
           
Sistem drainase penyehatan lingkungan memiliki kontribusi yang paling besar terhadap tingkat
Kerusakan-kerusakan di jalan ataupun  pemukiman. Semakin baik sistem drainase tersebut, maka umur jalan akan semakin panjang
dan sebaliknya semakin buruk sistem drainase, maka umur jalan akan semakin
pendek.
4.2.Saran
Sebagai mahasiswa Teknik Sipil kita harus lebih memperhatikan semua aspek-aspek yang berhubungan dengan pembangunan. Namun tak hanya pembangunannya saja yang harus diperhatikan, pemeliharaan juga tak kalah pentingnya.
Pembenahan sistem drainase perlu dilakukan karena terbukti sistem drainase ini memiliki kontribusi yang paling besar terhadap kerusakan jalan maupun kesehatan bagi lingkungan itu. Pembenahan sistem drainase ini dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tingkat kebersihan saluran drainase tersebut sehingga tidak mengganggu aliran air(genangan air yang mengakibatkan lingkungan menjadi kumuh dan banyak yang terserang penyakit) ataupun dengan
memperhitungkan dimensi saluran drainase tersebut.
Dari makalah ini, penulis berharap kesadaran pembaca memperhatikan lingkungan sekitar dan menjaganya agar negara kita di masa nanti negara kita bisa lebih baik.
SEMOGA BERMANFAAT SEKIAN TERIMAKASIH......
.
.
.
.
.
.
.


Makalah Tentang Drainase Penyehatan Lingkungan

-
+ 0
download one piece eps 917 sub indo riie, one piece eps 917 download, samehadaku one piece eps 917 download sub indo.



ONE PIECE EPS 917 SUBTITLE INDONESIA

semutweb.com



  • Tipe : TV
  • Episodes : Belum di ketahui
  • Status : Ongoing
  • Skor : 8.54
  • Genre : Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasi, Sounen, Super Power


Download ONE PIECE – Episode 917 [Subtitle Indonesia]

[semutweb.com]One Piece – 917 [480P].mkv
[ZIPPYSHARE]


[semutweb.com]One Piece – 917 [480P].MP4


Download One Piece Eps 917 Subtitle Indonesia

-
+ 0
materi kuliah geometrik jalan, apa itu geometrik jalan?,

Perencanaan Geometrik Jalan (PGJ)


semutweb.com



  Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses kerumah - rumah. Dalam lingkungan perencanaan geometrik tidak termasuk perencanaan tebal perkerasan jalan, walaupun dimensi dari perkerasan merupakan bagian dari perencanaan geometrik sebagai bagian dari perencanaan jalan seutuhnya. Demikian pula dengan drainase jalan. Jadi tujuan dari perencanaan geometrik jalan adalah menghasilkan infra struktur yang aman, efisiensi pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan ratio tingkat penggunaan / biaya pelaksanaan. Ruang, bentuk, dan ukuran jalan dikatakan baik, jika dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemakai jalan.

   Yang menjadi dasar perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, sifat pemgemudi dalam mengendalikan gerak kendaraanya, dan karakteristik arus lalu lintas. Hal - hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan.

.
.
.
.
.

Pengertian Perencanaan Geometrik Jalan

-
+ 0
download anime fate/zero bd sub indo, fate/zero download sub indo, fate/zero batch download, anime fate/zero, nonton fate/zero sub indo



FATE / ZERO BD ( EPS 1 - 13 ) END SUBTITLE INDONSEIA


  • English     : Fate / Zero
  • Japanese  : Fate / Zero
  • Type           : TV
  • Episodes   : 13 end
  • Status        : Finished Airing
  • Reales       : oktober 2011 - juni 2012
  • Producers : Frontier Works, FUNimation EntertainmentL, Media Factory, Movic, AT-X, White Fox, Kadokawa Pictures Japan, Nitroplus
  • Genres      : Action, Fantasy, Magic, Supranatural
  • Duration    : 24 min. per episode

anime ini menceritakan kisah Perang Cawan Suci Keempat, sebuah turnamen magis rahasia yang diadakan di Kota Fuyuki, Jepang di mana tujuh penyihir yang dikenal sebagai Masters memanggil Servant , reinkarnasi dari jiwa dan pahlawan legendaris dari sepanjang waktu, di mana mereka bertarung dalam pertempuran mematikan di mana pemenang mendapatkan Holy Grail , piala legendaris magis yang mampu memberikan harapan. ...................................Download Dibawah............................




Fate/Zero BD - (Batch) [Subtitle Indonesia]

Fate / Zero BD (batch) – 08 [480P].mkv


Download FATE/ZERO BD (Eps 1 -13 End) Subtitle Indonesia

-

Popular Posts

Featured Post

Akame Ga Kill!! BD ( Eps 1 - 24 ) Subtitle Indonesia

download akame ga kill sub indo, akame ga kill sub indo, akame ga kill download sub indo, akame ga kill bd sub indo, lengkap akame ga kill,...